Barisandata.co
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Barisandata.co
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

Beranda » Utang Pemerintah Lebih dari yang Biasa Diumumkan

Utang Pemerintah Lebih dari yang Biasa Diumumkan

18/07/2026
Waktu membaca: 3 menit
A A
Utang Pemerintah Lebih Besar

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Utang pemerintah ternyata bisa mencapai Rp11.527 triliun berdasarkan Neraca LKPP 2025, jauh di atas angka resmi Rp9.638 triliun yang selama ini dipublikasikan.

Oleh: Awalil Rizky
(Ekonom Bright Institute)

POSISI utang pemerintah makin jarang diumumkan, data terkini hanya per 31 Maret 2026 sebesar Rp9.920,45 triliun. Hingga tahun 2024, data resmi dilaporkan oleh Kementerian Keuangan melalui publikasi APBN Kita tiap bulan. Sejak 2025 hanya disampaikan tiap tiga bulan, setelah tersedia data Produk Domestik Bruto (PDB) dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Informasi posisi utang yang demikian mendefinisikan utang pemerintah hanya terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman saja. SBN terdiri dari SBN domestik dan SBN valuta asing, termasuk SBN Syariah. Sedangkan Pinjaman terdiri dari Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Terdapat informasi dengan definisi dan angka berbeda, yang sebenarnya juga dari Kementerian Keuangan. Disajikan pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tiap tahun, dengan istilah Kewajiban pada bagian laporan Neraca. Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Pusat mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir tahun.

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah. Dalam konteks Pemerintahan, kewajiban bersumber antara lain dari penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan lain, atau lembaga internasional. Kewajiban Pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai atau pihak lain yang bekerja pada pemerintah.

Kewajiban Jangka Pendek merupakan kewajiban yang diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal neraca. Kewajiban jangka pendek meliputi antara lain Utang Transfer, Utang Transfer, Utang Bunga, Utang kepada Pihak Ketiga, Utang Perhitungan Fihak Ketiga, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya

Utang Transfer terutama berupa kewajiban kekurangan salur atau bayar kepada Pemerintah Daerah. Utang kepada Pihak Ketiga antara lain kepada badan usaha yang mendapat penugasan penyaluran energi, yang dikenal dengan istilah kompensasi. Sedangkan utang bunga merupakan biaya bunga yang telah terjadi dan belum dibayar.

Kewajiban Jangka Panjang merupakan kewajiban yang diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Kewajiban Jangka Panjang antara lain terdiri dari Pinjaman Luar Negeri; Pinjaman Dalam Negeri; Utang SBN dan SBSN; Utang Pembelian Cicilan; Kewajiban Kemitraan; dan Utang Jangka Panjang Lainnya.

Cukup jelas, kewajiban pada bagian Neraca dari LKPP merupakan istilah lain dari utang pemerintah. Definisi neraca LKPP tersebut lebih luas dan sudah mencakup utang dalam dokumen APBN Kita atau data resmi yang biasa dikemukakan Pemerintah.

Nilai kewajiban dalam Neraca LKPP per 31 Desember 2025 sebesar Rp11.527 triliun. Terdiri dari kewajiban jangka pendek sebesar Rp1.824 triliun. Dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp9.703 triliun.

Jauh lebih besar dibanding posisi utang pemerintah yang resmi diumumkan untuk waktu serupa, yang hanya Rp9.638 triliun. Bahkan, Sri Mulyani saat masih menjabat Menteri Keuangan pernah mengakui di depan DPR bahwa utang pemerintah per akhir 2024 memang sebesar Rp10.269 triliun. Lebih banyak dibanding yang dipublikasi sebesar Rp8.813 triliun.

posisi utang pemerintah pusat

Hal serupa terdapat pada tahun-tahun sebelumnya. Perbandingan antara keduanya sebagai berikut: Rp8.144,69 triliun dengan Rp9536,68 triliun (2023); Rp7.733,99 triliun dengan Rp8.920,56 triliun (2022); dan Rp6,911,30 triliun dengan Rp7.538,32 triliun (2021).

Oleh karena nilai posisi berbeda, maka besaran rasio atas PDB juga berbeda. Berdasar definisi kewajiban pada neraca LKPP, maka rasio utang atas PDB pada akhir 2025 telah mencapai 48,39%.

Rasionya lebih tinggi dibanding yang diakui berdasar data posisi utang resmi, yang hanya 40,46%. Begitu pula pada akhir 2024, sebesar 46,38% berbanding 39,81%.

Sebenarnya terdapat kewajiban atau utang yang tidak tercakup dalam kedua pengertian tadi, yaitu kewajiban jangka Panjang program pensiun. Berdasar standar akuntansi dan penyajian saat ini belum wajib disajikan dalam neraca. Namun, mengikuti permintaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah disajikan pada bagian catatan LKPP sejak tahun 2019 sebagai pengungkapan Kewajiban Pemerintah terkait Pensiun.

Nilainya dihitung pemerintah sendiri dengan Metode dan Asumsi Perhitungan Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Program Tunjangan Hari Tua. Tiap tahun ditetapkan berdasar nota dinas ataupun peraturan lainnya dari Kementerian Keuangan dan disebut sebagai hasil Penghitungan Kewajiban Jangka Panjang Program Pensiun Pemerintah.

Nilai pengungkapan kewajiban terkait pensiun per 31 Desember 2025 mencapai Rp3.317 triliun. Mencakup atas pegawai aktif sebesar Rp1.499 triliun dan pensiunan sebesar Rp1.817 triliun. []

Tags: APBNLaporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP)Rasio Utang Pemerintah atas Pendapatan Negara
Awalil Rizky

Awalil Rizky

Ekonom Bright Institute, pembelajar ekonomi yang berupaya memberi informasi dan edukasi.

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan bukan tanggung jawab redaksi Barisanco.

Pos Terkait

modal pemerintah 2025
Analisis

Modal atau Ekuitas Pemerintah Turun pada 2025

17/07/2026
pinjaman luar negeri 2026 awalil
Analisis

Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Melonjak Pada 2026

15/07/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Tambahan Utang Pemerintah Sebesar 1000 Triliun Pada 2026

14/07/2026
Anggaran Kemiskinan
Analisis

Defisit APBN 2026 Diakui Pemerintah Akan Melebar

13/07/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Realisasi Anggaran Pendidikan Tidak Sesuai Amanat Konstitusi

12/07/2026
Infrastruktur
Analisis

Modal Asing Enggan Masuk, Modal Penduduk Ingin Keluar

31/05/2026

Terkini

Utang Pemerintah Lebih Besar
Analisis

Utang Pemerintah Lebih dari yang Biasa Diumumkan

Oleh Awalil Rizky
18/07/2026

Utang Pemerintah Lebih Besar

BacaDetails
modal pemerintah 2025

Modal atau Ekuitas Pemerintah Turun pada 2025

17/07/2026
pinjaman luar negeri 2026 awalil

Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Melonjak Pada 2026

15/07/2026
utang pemerintah makin membebani

Tambahan Utang Pemerintah Sebesar 1000 Triliun Pada 2026

14/07/2026
Anggaran Kemiskinan

Defisit APBN 2026 Diakui Pemerintah Akan Melebar

13/07/2026

Dasbor Makro

Panel Interaktif

Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah?
Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah?
Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri?
Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri?
Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur?
Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur?
Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia
Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia
Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi?
Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi?
Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah
Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah
Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket?
Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket?
Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa?
Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa?
Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir
Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir
Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023
Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial
Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024
Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024
Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa?
Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa?
Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang
Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer

Barisandata.co © 2024 hak cipta dilindungi undang-undang.

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah

Barisandata.co © 2024 hak cipta dilindungi undang-undang.

Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah? Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri? Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur? Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi? Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket? Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa? Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024 Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa? Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?