Barisandata.co
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Barisandata.co
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

Beranda » Defisit APBN 2026 Diakui Pemerintah Akan Melebar

Defisit APBN 2026 Diakui Pemerintah Akan Melebar

13/07/2026
Waktu membaca: 3 menit
A A
Anggaran Kemiskinan

Awalil Rizky (Foto: Barisandata/Thomi).

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Outlook APBN 2026 menunjukkan defisit anggaran melebar menjadi Rp734,3 triliun, diiringi kenaikan belanja negara dan bertambahnya pembiayaan utang.

Oleh: Awalil Rizky
(Ekonom Bright Institute)

LAPORAN Pemerintah tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester Pertama tahun anggaran 2026 telah disampaikan kepada DPR. Prakiraan realisasi (outlook) setahun disajikan berdasar realisasi semester satu dan prognosis semester dua. Diakui bahwa defisit anggaran lebih akan lebar dari yang direncanakan.

Pendapatan Negara 2026 diprakirakan sebesar Rp3.208,1 triliun, atau 101,73% dari target APBN. Selain melampaui target, juga meningkat 16,02% dibanding realisasi 2025. Jika outlook terbukti, maka kinerja pendapatan terbilang cukup baik.

Pendapatan Negara selama dua dekade ini memang cenderung meningkat. Kenaikan rata-rata per tahun era SBY mencapai 15,24%, dan era Jokowi sebesar 7,03% per tahun. Tahun pertama era Prabowo justru kontraksi atau minus 3%, sehingga kenaikan pada 2026 juga terbantu lowbase effect.

Belanja Negara 2026 diprakirakan Rp3.942,4 triliun atau 102,95% dari rencana. Selain melebihi rencana, juga meningkat 14,76% dibanding realisasi 2025. Jika terjadi, merupakan kenaikan tertinggi 15 tahun ini.

Belanja Negara selama dua dekade terakhir memang cenderung meningkat, dengan laju kenaikan berfluktuasi. Kenaikan rata-rata per tahun era SBY mencapai 15,79%, dan era Jokowi sebesar 6,64%. Tahun pertama era Prabowo hanya naik 2,25%, namun diprakirakan Pemerintah akan melonjak 14,76% pada 2026.

Oleh karena kenaikan Belanja melebihi Pendapatan, maka defisit 2026 diprakirakan mencapai Rp734,3 triliun. Lebih lebar dari rencana APBN yang Rp689,1 triliun, dan rasio atas PDB pun menjadi 2,85% dari rencana 2,68%. Merupakan rasio tertinggi, kecuali saat pandemi tahun 2020 dan 2021.

Rata-rata rasio defisit atas PDB pada era SBY hanya sebesar 1,19%. Pada era Jokowi pertama (2015-2019) meningkat menjadi 2,32%, namun melonjak pada periode kedua karena covid. Tahun pertama era Prabowo langsung mencapai 2,81%, dan diakui Pemerintah akan menjadi 2,85% pada 2026.

Pembiayaan Utang Bertambah

Untuk mengatasi defisit diperlukan pembiayaan dengan nilai setara, yang disebut sebagai item pembiayaan anggaran. Pembiayaan anggaran didefinisikan sebagai penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.

Dengan demikian, pembiayaan bisa bersifat pengeluaran atau pun penerimaan. Penerimaan terbesar selama ini berasal dari utang, yang disebut sebagai pembiayaan utang. Biasa disajikan secara neto, setelah memperhitungkan pelunasan pokok utang yang bersifat pengeluaran.

APBN 2026 menetapkan defisit dan pembiayaan anggaran sebesar Rp689,15 triliun. Terdiri dari pembiayaan utang (neto) sebesar Rp832,21 triliun yang bersifat penerimaan, dan pembiayaan nonutang sebesar Rp143,06 triliun yang bersifat pengeluaran. Pembiayaan nonutang antara lain pembiayaan investasi dan pemberian pinjaman.

Outlook Pemerintah memprakirakan pelebaran defisit menjadi Rp734,32 triliun, dan menambah pembiayaan anggaran dengan nilai serupa. Pembiayaan utang meningkat menjadi Rp868,12 triliun. Pembiayaan nonutang sedikit menurun menjadi Rp133,8 triliun.

Cukup menarik dicermati, Pemerintah memprakirakan pembiayaan utang melalui SBN (neto) justru lebih sedikit dari rencana semula. Menjadi Rp736,57 triliun dari rencana Rp799,53 triliun. Namun diimbangi peningkatan drastis dari pinjaman luar negeri (neto) yang mencapai Rp137,50 triliun dari rencana Rp39,21 triliun.

Laporan Pemerintah tidak menyajikan nilai pelunasan pokok utang yang akan dibayar selama setahun 2026. Dari berbagai informasi tentang utang jatuh tempo dan realisasi 2025, diprakirakan sekitar Rp900 triliun. Dengan demikian, kebutuhan penarikan utang baru bruto akan mencapai kisaran Rp1.768 triliun.

Posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 sebesar Rp9.638 triliun. Sementara itu, outlook pembiayaan utang neto APBN 2026 sebesar Rp868 triliun. Pelemahan kurs per 31 desember 2026 atas 31 Desember 2025 diprakirakan menambah posisi utang hampir Rp100 triliun.  Dengan demikian, posisi utang akhir 2026 akan mencapai Rp10.600 triliun. 

Tags: APBNAPBN 2026Defisit
Awalil Rizky

Awalil Rizky

Ekonom Bright Institute, pembelajar ekonomi yang berupaya memberi informasi dan edukasi.

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan bukan tanggung jawab redaksi Barisanco.

Pos Terkait

utang pemerintah makin membebani
Analisis

Realisasi Anggaran Pendidikan Tidak Sesuai Amanat Konstitusi

12/07/2026
Infrastruktur
Analisis

Modal Asing Enggan Masuk, Modal Penduduk Ingin Keluar

31/05/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Kondisi Transaksi Internasional Tidak Sebaik Klaim Bank Indonesia

30/05/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Tingkat Pengangguran Turun, Kondisi Pekerja Memburuk

13/05/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Misteri Belanja Lain-Lain dalam APBN

31/03/2026
utang pemerintah makin membebani
Analisis

Ketimpangan Simpanan di Bank Umum Meningkat

25/03/2026

Terkini

Anggaran Kemiskinan
Analisis

Defisit APBN 2026 Diakui Pemerintah Akan Melebar

Oleh Awalil Rizky
13/07/2026

Defisit APBN 2026

BacaDetails
utang pemerintah makin membebani

Realisasi Anggaran Pendidikan Tidak Sesuai Amanat Konstitusi

12/07/2026
Infrastruktur

Modal Asing Enggan Masuk, Modal Penduduk Ingin Keluar

31/05/2026
utang pemerintah makin membebani

Kondisi Transaksi Internasional Tidak Sebaik Klaim Bank Indonesia

30/05/2026
utang pemerintah makin membebani

Tingkat Pengangguran Turun, Kondisi Pekerja Memburuk

13/05/2026

Dasbor Makro

Panel Interaktif

Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah?
Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah?
Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri?
Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri?
Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur?
Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur?
Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia
Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia
Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi?
Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi?
Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah
Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah
Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket?
Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket?
Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa?
Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa?
Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir
Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir
Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023
Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial
Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024
Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024
Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa?
Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa?
Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang
Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer

Barisandata.co © 2024 hak cipta dilindungi undang-undang.

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Kajian Utama
  • Ekonopedia
  • Indikator
  • Analisis
  • Khazanah

Barisandata.co © 2024 hak cipta dilindungi undang-undang.

Kenapa Sektor Industri Kita Tak Kunjung Maju? Apa yang Salah? Pemerintah Serius Gak Sih Menggenjot Sektor Industri? Kok Makin Banyak Milenial yang Nganggur? Orang Berpendidikan Tinggi Susah Dapat Kerja di Indonesia Bisakah Indonesia Menikmati Bonus Demografi? Ada Jutaan Orang Indonesia Bekerja Tanpa Upah Masih Ingat Video Pak Jokowi Soal Ekonomi Meroket? Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7%, Emang Pemerintah Bisa? Produksi Padi 2023 Terendah dalam 6 Tahun Terakhir Sektor-sektor Penyangga Pertumbuhan Ekonomi 2023 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Secara Spasial Cadangan Devisa Indonesia Menurun di Februari 2024 Indonesia Masuk Negara Upper Middle Income Countries, Lalu Apa? Luas Lahan & Produksi Padi Makin Berkurang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Layak Dibanggakan?