Alokasi BGN memang terbesar di RAPBN 2027, tetapi jika melihat realisasi, Kemenhan justru berpotensi kembali menjadi institusi dengan belanja terbesar.
Oleh: Awalil Rizky
(Ekonom Bright Institute)
BANYAK media yang memberitakan tentang Kementerian/Lembaga mana saja yang memperoleh alokasi anggaran terbesar pada RAPBN 2027. Mereka mengutip Nota Keuangan RAPBN 2027 yang menempatkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai yang terbesar, mencapai Rp240 triliun. Meski nilainya turun dari Rp268 triliun pada APBN 2026, namun masih mempertahankan posisi pertama.
Media kurang mencermati realisasi belanja, yang untuk banyak K/L cenderung lebih sedikit dari alokasi. Bisa difahami karena alokasi pada prinsipnya batas atas nilai belanja. Namun, kondisi itu berbeda untuk Kementerian Pertahanan dan POLRI yang realisasi sering melebihi alokasi.
Pada APBN 2024, Kemenhan dialokasikan sebesar Rp139,27 triliun dan realisasinya sebesar Rp190,46 triliun (136,76%). Lebih spektakuler lagi pada APBN 2025 dengan alokasi Rp166,26 triliun, realisasinya menjadi lebih dua kali lipat sebesar Rp348,94 triliun (209,87%).
Pada APBN 2026, dari alokasi sebesar Rp187,1 triliun diprakirakan Pemerintah sendiri (outlook) realisasi mencapai Rp285,31 triliun (152,49%). Perlu diketahui, realisasi masih mungkin lebih besar lagi. Seperti yang terjadi antara outlook dan realisasi pada APBN 2025.
Program yang realisasinya jauh melampaui alokasi
Rincian APBN menyajikan tentang organisasi yang membelanjakan, yaitu Kementerian/Lembaga (K/L). Rincian disajikan menurut fungsi, program dan kegiatan. Fungsi merujuk ketegori 11 fungsi yang diatur Undang-undang. Program umumnya diampu oleh eselon satu atau yang selevel, sedang kegiatan merupakan rincian dari program.
Pada masing-masing program dan kegiatan disajikan rincian nilai menurut jenis belanja. Semua K/L memiliki jenis belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Sebagiannya memiliki jenis belanja sosial.
Kementerian Pertahanan mencakup 7 program. Alokasi tiga besar antara lain: Program Dukungan Manajemen, Program Modernisasi Alutsista, Nonalutsista, dan Sarpras Pertahanan, serta program Profesionalisme dan Kesejahteraan Prajurit. Pada realisasi APBN 2025 dan outlook realisasi APBN 2026, yang melonjak hingga dua kali lipat adalah Program modernisasi Alutsista, Non Alutsista dan Sarpras.
Dilihat dari jenisnya, sebagai berikut: belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Jenis belanja yang realisasinya jauh melampaui target pada 2025 dan kemungkinan pada 2026 adalah belanja modal, terutama karena pembelian alutsista strategis. Oleh karenanya, realisasi keseluruhan jenis belanja modal Pemerintah Pusat pun bertambah melampaui APBN.

Rincian lain alokasi Kemenhan menyajikan pula menjadi atas Bagian Anggaran (BA) yang terdiri dari lima, yaitu: Kementerian pertahanan, Markas Besar TNI, Markas Besar TNI, Markas Besar TNI AD, Markas Besar TNI AL, Markas Besar TNI AD. Realisasi yang melonjak adalah pada bagian Kementerian Pertahanan yang memang bertanggung jawab atas pembelian alustsista.
Sedangkan alokasi POLRI mencakup 5 program. Alokasi tiga besar antara lain: Program Dukungan Manajeman, Program Modernisasi Almatsus dan Sarana Prasarana, serta Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Pada realisasi 2025 dan outlook 2026, yang realisasinya melebihi alokasi adalah Program Pemeliharaan Keamanan.
Hal itu diperkuat pula oleh realisasi jenis yang melampaui alokasi adalah belanja barang, yang per definisi mencakup jasa.
Sementara itu, realisasi BGN pada APBN 2025 dan outlook 2026 justeru lebih rendah dari alokasinya. Pada 2025. Realisasi APBN 2025 sebesar Rp51,59 triliun dari alokasi yang Rp71 triliun atau 72,66%. Pada APBN 2026 dialokasikan sebesar Rp268 triliun, namun pemerintah sendiri memprakirakan hanya terealisasi sebesar Rp214 triliun atau 74,83%.
Dengan demikian, Kementerian Pertahanan merupakan institusi yang belanjanya paling besar pada 2025 dan 2026. Meski sementara dialokasikan RAPBN 2027 sebagai urutan kedua, kemungkinan besar pada realisasinya nanti akan kembali menjadi urutan pertama lagi. []












Discussion about this post